MUI (Majelis Ulama Indonesia) menegaskan bahwa tidak ada perubahan arah kiblat sebagai pergeseran bumi, penegasan tersebut menjawab wacana yang belakangan beredar mengenai pergeseran arah kiblat akibat sering terjadinya gempa akhir-akhir ini. Terbitnya fatwa MUI tentang arah kiblat dilatarbelakangi oleh banyaknya masjid di Indonesia yang dibangun masa dulu tidak menggunakan Sains dalam menentukan arah kiblatnya. Kini seteleh perkembang sains begitu pesat diketahui bahwa banyak tempat ibadah Umat Islam yang arah kiblatnya kurang akurat.

Aminudin Yakub (wakil sekretaris komisi fatwa MUI) mengatakan : “dahulu banyak yang dibangun dengan tidak menggunakan ilmu, sehingga sekarang dengan adanya teknologi internet, ada metode ukur internet, bisa menggunakan google eart, kiblat lokator, gps, ternyata setelah dilakukan pengukuran ada kekurang akuratan pada sebagian masjid di Indonesia. Atas dasar itu, kita mengeluarkan fatwa ini. Pergeseran bumi karena gempa hanya bisa terjadi dalam kurun waktu ratusan tahun, itupun bergesernya hanya 7 cm”.

Fatwa MUI Tentang Arah Kiblat yang dikeluarkan pada tanggal 1 juli 2010 :
111 222 333

  1. Kiblat untuk umat islam di Indonesia adalah menghadap barat laut dengan posisi bervariasi sesuai dengan letak kawasan masing-masing.
  2. Masjid yang tidak tepat arah kiblatnya perlu ditata ulang soffnya tanpa membongkar bangunannya.