222 333 111  Kementrian Pekerjaan Umum mengeluarkan peta zonasi gempa baru di Indonesia. Peta zonasi menunjukkan daerah berpotensi terkena gempa. Diharapkan dengan adanya peta baru ini  dapat mengantisipasi terjadinya gempa yang dapat merenggut korban jiwa yang lebih besar. Peta baru ini merupakan perbaikan dari peta gempa SNI 03-1726-2002.

Di dalam di peta zonasi gempa, ada wilayah yang diberi dengan warna biru, kuning, serta merah. Biru dan kuning menandakan kalau wilayah tersebut memiliki tingkat percepatan respon spectra atau bahaya gempa sangat rendah.

Sedangkan wilayah dengan warna merah menunjukkan kalau daerah tersebut struktur batuan dasar dan tanahnya lebih sensitif terhadap getaran. Kondisi ini bisa menimbulkan gempa dengan daya rusak lebih besar jika terjadi pergeseran atau getaran di perut bumi.

Perbaikan peta zonasi gempa itu didasari pada perkembangan terbaru ilmu pengetahuan kegempaan dan teknologi kegempaan pada skala nasional maupun internasional. peta baru ini mengacu pada International Building Code (IBC) 2006, serta dibuat berdasarkan analisis sumber gempa tiga dimensi dengan periode ulang 475 dan 2475 tahun untuk peak ground acceleration (PGA), respons spektra periode pendek (0,2 detik) dan periode panjang (1 detik). Ini dilakukan untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian material akibat gempa, mana daerah yang boleh dibangun dan bagaimana perkuatan struktur yang harus diterapkan pada bangunan di daerah rawan gempa.