Peralatan Untuk Pengujian

Peralatan yang dibutuhkan untuk pengujian CBR di lapangan (in place) diantaranya adalah :

  1. Dongkrak CBR mekanis dengan kapasitas 10 ton, dilengkapi dengan “swivel head”.
  2. Cincin penguji (proving ring) dengan kapasitas  : 1,5 ton (3000 lbs), 3 ton (6000 lbs), 5 ton (10.000 lbs), atau sesuai dengan kebutuhan.
  3. Torak (Piston) penetrasi dan pipa-pipa penyambung.
  4. Arloji penunjuk (dial penetrasi) untuk mengukur penetrasi dengan ketelitian 0,01 mm. (0,001”) dilengkapi dengan balok penyokong dari besi propil sepanjang lebih kurang 2,5 meter.
  5. Keping beban (plat besi) yang bergaris tengah 25 cm (10”) berlubang di tengah dengan berat +/- 5 Kg (10 Pound) dan beban-beban tambahan seberat 2,5 Kg (5 Pound) yang dapat ditambahkan bilamana perlu.
  6. Sebuah truck yang dibebani sesuai dengan kebutuhan atau alat-alat berat lainnya (vibro, Excavator, buldozer,  dll) dan dibawahnya dapat dipasang sebuah dongkrak CBR mekanis.
  7. Dua dongkrak truck, alat-alat penggali, alat-alat penumbuk, alat-alat perata, waterpas dan lain-lain.

 Persiapan Tempat  

Persiapan lokasi pengujian, dilakukan sebagai berikut :

  1. Tanah digali sampai lapisan yang dikehendaki dan diratakan (luas galian kira-kira 60 cm x 60 cm) – harus level dan tidak ada kemiringan (cek dengan waterpass). bersihkan semua bahan yang lepas untuk tempat pengujian pada badan jalan di bawah perkerasan. Untuk tempat yang belum ada perkerasan cukup dibersihkan dari akar rumput dan bahan organik lain (biasanya sampai kedalaman 50 cm).
  2. Dipastikan bahwa permukaan : rata dan padat
  3. Dipastikan bahwa di permukaan yang akan diuji (sub grade, sub base, base course, dsb) tidak ada butiran lepas (bersihkan semua debu, pasir, kerikil yang lepas/berserakan)
  4. Untuk tanah dasar yang belum ada perkerasan dan pemadatan, cukup dibersihkan akar rumput dan bahan organik lain (biasanya sampai kedalaman 50 cm).
  5. Selama pemasangan alat-alat, permukaan tanah atau permukaan yang sudah dibersihkan harus dijaga supaya kelembabannya tidak berubah dari kondisi awal, jika perlu ditutup dengan plastik apabila cuaca sangat panas
  6. Mulailah pemeriksaan ini secepat mungkin sesudah persiapan tempat.
  7. Apabila dibutuhkan, diperiksa pula kadar air dan berat isi bahan setempat.

222 Pemasangan Alat

Pemasangan Alat, dilakukan sebagai berikut :

  1. Tempatkan truk/alat berat lainnya, sedemikan rupa sehingga posisi penempatan dongkrak CBR mekanis harus tepat diatas lubang pemeriksaan.
  2. As roda belakang diatur sejajar dengan muka jalan yang diperiksa.
  3. Truk/alat berat didongkrak supaya berat sendirinya tidak ditahan lagi oleh per kendaraan (jika tertahan per maka pembacaan akan tidak tepat karena terpengaruh pengenduran gaya per kendaraan)
  4. Dongkrak CBR mekanis dan peralatan lain dirangkai, supaya piston penetrasi berada 1 atau 2 cm dari permukaan yang akan diperiksa.
  5. Cincin penguji (proving ring) diatur sehingga torak dalam keadaan vertikal.
  6. Pastikan semua peralatan uji dalan kondisi stabil, vertikal, sentris (segaris dan tidak melenting/melendut) dan kokoh serta tepat pada posisi yang disyaratkan.
  7. Keping beban/plat baja setebal 25 cm (10”) diletakkan sentris dibawah torak penetrasi sehingga torak penetrasi tepat masuk kedalam lubang keping beban tersebut.
  8. Arloji/dial pengukur penetrasi dipasang pada piston penetrasi, sedemikian rupa sehingga jarum pada dial penetrasi menempel pada keping beban/plat baja

Pembacaan Waktu dan Penetrasi

Pembacaan waktu penetrasi, dilakukan sebagai berikut :

  1. Torak penetrasi diturunkan sehingga piston penetrasi memberikan beban permulaan sebesar 5 Kg (10 Lbs) – jika diperlukan, dapat gunakan beban-beban tambahan.
  2. Arloji cincin penguji (proving ring) dan arloji penunjuk penetrasi (dial penetrasi) diatur sehingga menunjuk pada angka nol.
  3. Pembebanan ditambah dengan teratur, agar kecepatan penetrasinya mendekati kecepatan tetap 1,25 mm (0,05”) per menit – penambahan pembebanan ini yang sering terlupa atau tidak terlaksana dengan baik konsistensi kecepatan penetrasi per menitnya.
  4. Pembacaan beban dicatat pada penetrasi :

333

  • 0,3128 mm   (0,0125”)         0,32 mm      [15 detik]
  • 0,6200 mm   (0,0250”)         0,64 mm      [30 detik]
  • 1,2500 mm   (0,0500”)         1,27 mm     [60 detik/1 menit]
  • 1,8700 mm   (0,0750”)         1,91 mm     [1 menit 30 detik]
  • 2,5400 mm   (0,1000”)         2,54 mm     [2 menit]
  • 3,7500 mm   (0,1500”)         3,81 mm     [3 menit]
  • 5,0800 mm   (0,2000”)         5,08 mm     [4 menit]
  • 7,5000 mm   (0,3000”)         7,62 mm      [6 menit]
  • 10,1600 mm (0,4000”)         10,16 mm    [8 menit]
  • 12,5000 mm (0,5000”)         12,70 mm    [10 menit]

Perhitungan Nilai CBR

Perhitungan Nilai CBR Lapangan, dilakukan sebagai berikut :

  1. Tentukan beban yang bekerja pada torak.
  2. Hitung tegangan di tiap kenaikan penetrasi.
  3. Plotkan hasilnya pada grafik dan buat kurvanya.
  4. Cek kurva apakah perlu koreksi atau tidak. pada keadaan tertentu, kurva penetrasi dapat berbentuk lengkung ke atas sehingga perlu dikoreksi dan titik inisial bergeser dari titik nol.
  5. Gunakan hasil tegangan yang terkoreksi untuk analisa hitungan berikutnya.
  6. Ambil nilai tegangan pada penetrasi : 0,1 inchi/2,54 mm dan 0,2 inchi/5,08 mm.
  7. Hitung CBR dengan pembagian terhadap tegangan standar :
    • 0,71 kg/mm2 (1000 Psi) (untuk penetrasi 0,1 inchi/2,54 mm)
    • 111

    • 1,06 kg/mm2 (1500 Psi) (untuk penetrasi 0,2 inchi/5,08 mm)
  8. Jika tegangan maksimum yang terjadi menghasilkan penetrasi di bawah 0,2 inchi, maka tegangan dasar dapat diinterpolasi.
  9. Umumnya CBR dinyatakan pada penetrasi 0,1 inchi. Jika CBR pada penetrasi 0,2 inchi lebih besar pada CBR pada penetrasi 0,1 inchi maka pengujian harus dilakukan minimal 3 kali pada lokasi yang berdekatan. Jika dari 3 hasil pengujian menunjukkan CBR pada penetrasi 0,2 inchi lebih besar dari CBR pada penetrasi 0,1 inchi maka ditetapkan nilai CBR adalah CBR pada penetrasi 0,2 inchi.
  10. Catatan : Jangan lupa nilai pembacaan dikoreksi dengan nilai koreksi kalibrasi alat (proving ring dan dial)