Bandara Internasional Soekarno Hatta sebagai pintu gerbang negara Indonesia saat ini mengalami peningkatan pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat sejak awal beroperasi dari tahun 1984, baik dari segi angkutan udara maupun fasilitas yang ada di kawasan bandara, Namun perkembangan tersebut sudah melebihi kapasitas yang ada saat ini. Selain itu perkembangan fasilitas bangunan yang terjadi sudah tidak sesuai dengan lingkungan di sekitarnya, sehingga terjadi beberapa hal seperti organisasi ruang yang sudah tidak tertata dan tidak sesuai dengan fungsi aslinya, tidak seragamnya facade/tampilan tiap ruang, menurunnya tingkat pelayanan, berkurangnya tingkat kenyamanan penumpang, menurunnya kebersihan dan tampilan  secara visual dan lain sebagainya.

Sebagaimana diketahui, akibat adanya penyempurnaan bangunan terminal 1, khususnya pada balok-balok lantai 2 yang terkena dampak langsung perluasan bangunan baru yang merubah fungsi awal. Hal tersebut menyebabkan terjadinya deformasi akibat pembebanan tambahan tidak terencana yang tidak simetris pada balok-balok lantai 2 di atas gedung terminal 1, untuk itu diperlukan penelitian dan analisis agar dapat memastikan tingkat keamanan dan stabilitas aktual struktur bangunan terminal 1.

Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tersebut pihak Angkasa Pura bekerja Sama dengan PT. Arss Baru dan Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY melakukan Evaluasi Struktur. Pelaksanaan Evaluasi yang dimulai dengan Uji Kuat Tekan Beton dengan Hammer Test dan Integritas Beton dengan alat UPV (Ultrasonic Pulse Velocity) dapat dilihat pada gambar dibawah.

222 333 UJI UPV di Terminal 1C

UJI UPV di Anjungan 1A

Uji Hammer Test di VIP Room

111

UJi Crackmeter di Anjungan Terminal 1A