Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan Air Pasir dilakukan berdasarkan SK SNI : 03-1970-1990, dengan langkah-langkah berikut :
111

  1. Diambil benda uji, kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu (110 ± 5) 222 oC sampai beratnya tetap, kemudian pasir direndam dalam air selama ± 24 jam.
  2. Setelah direndam selama ± 24 jam, air dibuang dan pasir dibiarkan mengering dalam suhu kamar untuk mencapai keadaan jenuh kering muka, untuk mengetahui keadaan jenuh kering muka pasir dimasukan ke dalam kerucut terpancung padatkan dengan batang penumbuk sebanyak 25 kali kemudian kerucut diangkat, maka pasir akan runtuh tapi masih berbentuk seperti kerucut.
  3. Pasir dalam keadaan jenuh kering muka tersebut kemudian dimasukan dalam piknometer sebanyak 500 gram (SSD), dimasukan air sebanyak 90% penuh, kemudian diguncang-guncang untuk mengeluarkan udara yang terperangkap di dalamnya.
  4. Piknometer ditambah air sampai penuh 100% dan ditimbang beratnya dengan ketelitian 0,1 gram (Bt).
  5. Pasir dikeluarkan dari dalam piknometer, kemudian dikeringkan dalam oven sampai beratnya tetap dan ditimbang (Bk).
  6. Piknometer berisi air penuh 100% ditimbang beratnya (B).
  7. Berat jenis dan penyerapan air agregat halus (pasir) dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :
      333

    • Berat jenis curah (bulk specific gravity) =  Bk/(B+SSD-Bt)
    • Berat jenis jenuh kering muka (saturated surface dry) =  SSD/(B+SSD-Bt) 
    • Berat jenis tampak (apparent spesific gravity) = Bk/(B-Bk-Bt)
    • Penyerapan air agregat halus (pasir) = (SSD – Bk) x 100%/Bk