DESAIN BANGUNAN TAHAN GEMPA
STAFF UMY Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Permasalahan Penyelenggaraan Konstruksi Jembatan Bentang Panjang
AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL PROGRAM STUDI UMY
Dalam rangka meningkatkan mutu akademik serta mempersiapkan audit yang dilakukan oleh BAN (Badan Akreditasi Nasional) Perguruan Tinggi, setiap tahunnya UMY selalau melakukan AMAI (Audit Mutu Akademik Internal) keseluruh program studi yang ada dilingkungan UMY. AMAI ini dilakukan oleh BPM (Badan Penjamin Mutu), yang merupakan badan yang melakukan penjaminan terhadap efektivitas dan efisiensi Perencanaan Mutu, Asesmen Mutu, dan Informasi Mutu.
Pelaksanaan dan Dokumen AMAI yang dipergunakan dapat didownload dibawah ini :
BUKU 6-MATRIKS PENILAIAN AKREDITASI SARJANA (VERSI 08-04-2010)
FORM PENILAIAN AKREDITASI SARJANA (VERSI 18 JUNI 2010)
PROGRAM PENINGKATAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI UMY
A. PENDAHULUAN
- Berdasarkan Hasil Rapat Kerja Universitas tanggal 26 Agustus 2011 yang memutuskan adanya Anggaran Biaya Tambahan (ABT) tahun 2011 yang akan dialokasikan untuk kegiatan Peningkatan Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan publikasi ilmiah.
- Berdasarkan SK Rektor UMY No: 129/SK-UMY/X/2011 tertanggal 17 Oktober 2011 tentang Pengangkatan Tim Pengelola Penggunaan Alokasi Dana ABT untuk Peningkatan Tri Dharma Perguruan Tinggi UMY
- Berdasarkan SK Rektor UMY No: 130/SK-UMY/X/2011 tertanggal 17 Oktober 2011 tentang Alokasi Dana ABT 2011 untuk Peningkatan Tri Dharma PT UMY sebesar 700 juta
- Dana dikurangi untuk operasional, reviewer, dan kepanitiaan sebesar 70 juta
- Masing-masing Fakultas mempunyai hak 90 juta
- Dana hanya diberikan untuk 4 bidang: Penelitian, Pengabdian, Buku Teks, dan Penulisan di Jurnal
- Dana yang tidak terserap oleh Fakultas akan dialokasikan oleh LP3M ke Fakultas lain, berdasarkan proporsional pengajuan skema dalam 4 bidang terkaitLP3M berwenang di bidang teknis, pelaksanaanya di bawah pengawasan tim pengarah universitas
Peneliti Berperan Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ada tiga pilar yang sangat berperan dalam pemberdayaan sektor ekonomi tanah air, yakni peneliti, pengusaha dan pemerintah. Tiga pilar ini, ketika dipersatukan akan menjadi sebuah gugusan kekuatan yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi kemasyarakatan.
Demikian benang merah yang ditarik dalam sebuah diskusi yang dihelat di lantai dua Gedung Lembaga Penelitian (lemlit) Undana Kupang, Kamis (13/10). Diskusi itu menghadirkan Asisten Deputi Legislasi Iptek Kementerian Riset dan Teknologi, Dadit Herdikiagung serta sejumlah pejabat dari Kedeputian Kelembagaan Kementerian Ristek, Ketua KADIN NTT, Abraham Paul Liyanto, Mien Ratoe Oedjoe serta puluhan peneliti baik dari sejumlah fakultas di Undana, UNWIRA dan perguruan tinggi lainnya.
Nasib Paten Indonesia di Era Globalisasi Industri
Medy P Sargo
Kepala Bidang HKI Perguruan Tinggi dan Lembaga Litbang Kementerian Riset dan Teknologi
Meski tiap tahun sosialisasi hak kekayaan intelektual (HKI) sering diselenggarakan berbagai institusi terkait, hasilnya dirasa belum menggigit. Masyarakat belum mengapresiasi sistem HKI nasional sebagai sistem perlindungan hukum terhadap karya intelektual, yang sejalan dengan norma dan standar internasional. Tidak terkecuali perlindungan paten sebagai salah satu rezim dari hak kekayaan intelektual yang berbasis teknologi.
Di pihak lain, anggaran penelitian, terutama di lembaga penelitian dan pengembangan teknologi milik pemerintah, masih jauh dari kebutuhan riil. Pada 2011 Kementerian Riset dan Teknologi hanya memiliki anggaran sebesar Rp76 miliar yang disebar ke berbagai institusi litbang dan perguruan tinggi negeri dalam rangka program insentif riset.
Sentra HKI dan Persoalan Komersialisasi
Medy P Sargo
Kementerian Riset dan Teknologi
Sentra hak kekayaan intelektual (HKI) adalah penamaan yang digunakan untuk sebuah unit pengelolaan hak kekayaan intelektual di perguruan tinggi dan lembaga litbang teknologi. Kata sentra memang didorong untuk menjadi satu-satunya pintu bagi pengelolaan hak kekayaan intelektual, mulai tugas-tugas sosialisasi, pengurusan legalitas perlindungan hukum, hingga komersialisasi kekayaan intelektual.
Dengan demikian, kepentingan suatu lembaga induk, seperti perguruan tinggi atau lembaga litbang yang menaunginya, dalam pengelolaan aset di bidang kekayaan intelektual akan terwakili oleh sentra HKI, sebagai suatu unit yang bertanggung jawab langsung kepada pimpinan instansi induk.
KEGIATAN INSENTIF RISET TAHUN 2012 BERUBAH NAMA MENJADI INSENTIF RISET SINAS
Bersama ini diberitahukan bahwa:
- Berdasarkan pagu sementara 2012, kegiatan Insentif Riset Kementerian Riset dan Teknologi untuk tahun 2012 namanya telah berubah menjadi Insentif Riset SINas.
- Sesuai dengan kebijakan Pemerintah dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, maka Kementerian Riset dan Teknologi akan mendorong tumbuhnya Pusat-Pusat Unggulan Riset dan peningkatan investasi pihak swasta dalam kegiatan penelitian dan pengembangan.
- Kementerian Riset dan Teknologi akan melaksanakan kegiatan Insentif Riset SINas 2012 dalam bentuk konsorsium riset yang mengarah kepada tumbuhnya Pusat-Pusat Unggulan Riset serta keterlibatan pihak Kementerian lain dan swasta.
Adapun kegiatan-kegiatan insentif riset tahun 2011 yang masih dalam tahap lanjutan akan dievaluasi dan diajukan kepada Kementerian Riset dan Teknologi dengan berpedoman pada ketentuan pokok tersebut di atas. Proses penetapan penerima insentif riset ini akan dilakukan melalui proses seleksi.
Pengumuman pelaksanaan Insentif Riset SINas 2012 akan diumumkan dalam waktu dekat.
Jakarta, 11 Oktober 2011.
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI
Sumber : http://www.ristek.go.id
SINAS merupakan kepanjangan dari Sistem Inovasi Nasional, untuk menambah wawasan tentang Penguatan SINAS ikuti IPTEK TALK dari TVRI :
Hakikat Ramadhan
Sudah berapa kali kita berjumpa Ramadhan? Bagaimana kita memaknai Ramadhan selama ini? Apakah kita biasa melaluinya begitu saja? Ataukah kita menjalaninya dengan biasa-biasa saja? Ataukah kita benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkannya untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi?
Jika kita ingin benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkan Ramadhan, tidak bisa tidak kita harus memahami hakikat Ramadhan. Berikut ini beberapa makna dan hakikatnya.
Strategi Penelitian Berbasis Paten
Penelitian yang ada saat ini, rata-rata masih banyak yang berbasis journal, sehingga tidak semua penelitian bisa dipatenkan meskipun dengan pendanaan yang cukup besar. Salah satu syarat agar suatu penelitian bisa mendapatkan paten adalah penelitian yang dilakukan harus mempunyai nilai komersial. Penelitian seperti itu berpeluang besar dalam menambah royalty sebagai bentuk inovasinya.
Salah satu strategi yang dapat dilakukan sebelum melakukan penelitian adalah mencari informasi tentang invensi terbaru yang bersifat global atau berlaku secara internasional, sehingga penelusuran dokumen paten secara internasional juga perlu dilakukan.
Penelusuran dokumen paten secara internasional dapat dilakukan melalui internet di situs-situs penyedia informasi paten. Sebaiknya penelusuran dokumen paten internasional melalui internet dilakukan di tiga wilayah, yaitu Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Beberapa alamat website yang disarankan adalah www.wipo.int/pctdb/en (WIPO), www.uspto.gov (Kantor Paten dan Merek Amerika Serikat), www.jpo.go.jp (Kantor Paten Jepang), dan http://ep.espacenet.com (Kantor Paten Eropa). Untuk saat ini, ketiga wilayah tersebut masih dianggap dapat mewakili perkembangan teknologi dunia.
Disamping dari informasi tersebut di atas selengkapnya dapat download di link ini.
Pemeriksaan Gradasi Agregat Kasar (Split)
Berdasarkan SK SNI : 03-1968-1990, Analisis gradasi bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran butir agregat kasar dengan menggunakan saringan/ayakan, langkah-langkah tersebut dilakukan sebagai berikut:
- Diambil benda uji (± 5000 gram), lalu dikeringkan di dalam oven dengan suhu (110 ± 5)oC sampai beratnya tetap.
- Benda uji dimasukan ke dalam saringan yang telah disusun berurutan mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil, yaitu 19,1 mm; 9,52 mm; 4,75 mm; 2,36 mm; 1,18 mm; 0,60 mm; 0,30 mm; 0,15 mm; pan, kemudian saringan tersebut digoyangkan menggunakan mesin selama 15 menit.
- Butiran yang tertahan pada masing-masing saringan kemudian ditimbang untuk mencari modulus halus butir splitnya.
